Trik Dzikir Sebagai Amunisi Terdahsyat Tolak Bala

 Trik Dzikir Sebagai Amunisi Terdahsyat Tolak Bala
 Dzikir Amunisi Terdahsyat Tolak Derita
 Trik Dzikir Sebagai Amunisi Terdahsyat Tolak Bala
Sahabat, banyak orang mengira jika seorang hamba hanya cukup mengerjakan ibadah wajib saja dalam kesehariannya, seperti shalat, puasa atau bersedekah. Hingga melupakan salah satu ibadah yang sebenarnya ringan untuk dikerjakan, tak perlu banyak biaya, makan tempat atau menyita waktu. Dan jika dilakukan dengan sungguh-sungguh secara teratur, dan terus-menerus akan mempunyai dampak luar biasa positif bagi kehidupan manusia.Trik Dzikir Sebagai Amunisi Terdahsyat Tolak Bala
Dzikir, bisa menghapuskan dosa manusia, menenangkan hati yang gundah, ketakutan dan sedih yang luar biasa, menghindarkan diri dari marabahaya dan gangguan dari setan. Dzikir juga bisa meluaskan pintu rezeki, terjaga dari malaikat, juga menjaga manusia dari perbuatan buruk dan yang paling utama menjadi salah satu sebab manusia masuk surga. Subhanallah…
Ucapan dzikir, terutama pada pagi dan petang hari akan menimbulkan efek luar biasa bagi para pelafalnya. Ucapan dzikir itu sebenarnya mudah, yang biasa diucapkan sesudah shalat fardu seperti kalimat tasbih (Subhanallah), Tahmid (Alhamdulillah) dan tahlil (Allahuakbar), dibiasakan untuk diucapkan setiap saat dan setiap waktu.
Rahasia dzikir jika dijabarkan sangat banyak, mulai dari bisa (1) memberikan motivasi hidup, (2) menuai kebajikan, (3) memperkaya hati dan harta, (4)menggantungkan sepenuhnya kehidupan kepada hanya Allah semata, (5)menjinakkan hati yang gelisah, (5)merengkuh hati yang tenang. Yang paling penting dari zikir adalah (6) membuat jiwa semakin kreatif, (7) memandang setiap permasalahan denga positif, (8) semakin rendah hati dan bijaksana, (8) besikap sabar, (9) terhindarkan dari rasa sombong, serta tidak (10) takut kehilangan apapun.
Ada satu perbedaan mendasar bagi orang yang suka berdzikir dengan orang yang sama sekali mulutnya jauh dari dzikir. Menurut Rasulullah, perumpamaan orang yang selalu mengingat Allah dengan yang tidak, yakni laksana orang yang hidup dengan orang yang “mati”. Memang kalimat ini  bisa dijabarkan cukup luas, seperti mati rasa, mati kata hati dan nuraninya, dan sekaligus mati dalam mengerjakan kebaikan.
Bisa jadi, orang yang ‘hidup’ laksana orang yang selalu dalam keadaan dinamis, berenergi, selalu mencari jalan keluar dari setiap masalah yang menimpa. Berbeda dengan orang yang ‘mati’, ia seperti orang yang statis, tak berupaya keras untuk mencari jalan keluar setiap ada permasalahan yang muncul, sekaligus sering putus asa, menyerah dan banyak mengumpat.
Kalimat Subhanallah, mengandung pengertian, Maha Suci Allah, yakni kita berupaya menyucikan diri sendiri dan mengakui kesucian Allah. Kalimat itu juga memperlihatkan kehambaan manusia dari yang Maha Segalanya. Pengakuan ini menunjukkan begitu kecilnya manusia, maka tak selayaknya menjadi sombong.
 

Nabi SAW mengatakan jika sikap sombong hanya muncul dari seseorang yang menganggap remeh orang lain, bersikap apatis dan masa bodoh terhadap kebenaran, bahkan hal ini sebenarnya menutup kebahagiaan diri sendiri dan orang lain.
Sedangkan kalimat Alhamdulillah, mengandung pengertian bahwasanya manusia mengagungkan Allah dengan mengucapkan syukur. Ucapan syukur ini sebenarnya tak terbatas pada saat diberikan kebahagiaan semata, karena pada prinsipnya syukur memiliki pengertian yang luas. Saat dalam keadaan sedih dan tertimpa musibah pun, manusia tetap harus bersyukur, masih juga keadaaannya lebih baik dari orang lain yang menderita.
Dzikir Alhamdulillah memiliki aura positif dalam kehidupan. Manusia yang sering bersyukur dalam kondisi apapun akan tampil sebagai manusia tangguh, mudah move on dan tak berlarut dalam derita, karena Ia percaya Allah-lah dibalik semua kejadian manusia. Senang, sedih, derita atau kebahagiaan yang banyak sejatinya adalah kehendak Allah.
Allah akan menambah nikmat seorang hamba yang selalu bersyukur dalam kehidupannya. Seorang akan lebih mudah membahagiakan orang lain, meneguhkan orang lain jika dalam hatinya penuh rasa syukur. Sedang, orang yang kufur nikmat, maka yang terjadi dalam kehidupannya tak pernah merasa cukup dan bahagia. Dalam dirinya yang ada hanya keluh kesah, bahagiakan diri sendiri susah, bagaimana mungkin akan membahagiakan oranglain?
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu. Dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku),  sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” (QS. Ibrahim ayat 7).
Untuk itu hati-hati dengan orang yang suka kufur dan mengingkari nikmat Allah. Karena akan ada azab, entah berupa musibah atau bencana atau ketidak mudahan rezeki yang datang dari Allah. Begitu pula dengan orang kikir lagi sombong kehinaan yang akan datang selanjutnya tinggal menanti waktu.
Dzikir  selanjutnya kalimat laa illaha illalahu Allhu Akbar yakni pengakuan tiada Tuhan Selain Allah, tak akan menduakan dengan apapun juga, termasuk hal-hal sirik, ilmu perdukunan ataupun dengan penghambaan yang bersifat materi atau hedonisme. Untuk itu masyarakat diharapkan hati-hati dalam menyikapi apa yang sudah beredar ditengah masyarakat, yang kebanyakan kemusyrikan berbalut agama.
Lafaz diatas merupakan pembuka kunci surga. Imam al Bukhari adalam riwayat shahihnya mengatakan jika pintu surga itu ada kuncinya dan tak sembarang kunci bisa membukanya, karena kunci itu bergerigi. Dan apabila orang sering mengucapkan lafaz itu, sebenarnya telah memiliki kunci bergerigi itu apabila mengerti arti dan makna sekaligus mengamalkannya, jika tidak, ia bak membawa kunci yang tak bergerigi.Demikian Trik Dzikir Sebagai Amunisi Terdahsyat Tolak Bala