Contoh resensi buku fiksi (munajat cinta)




                                       Contoh resensi buku fiksi (munajat cinta)
 Inilah Contoh resensi buku fiksi (munajat cinta)

                                      PENCARIAN JATI DIRI MANUSIA

I.                   IDENTITAS BUKU
Judul                     : Munajat Cinta
Pengarang             : Taufiqurrahman Al-Azizy
Penerbit                 : DIVA Press
Kota                      : Yogyakarta
Tahun                    : 2008
Tebal                     : 466
Jenis                      : Fiksi
Cover Buku



II.                SINOPSIS
Novel Munajat Cinta berceritakan tentang Ruwayda,seorang gadis yang baru lulus SMA yang tidak bisa menerima takdir.Akhirnya dia mendapat nasihat dari gurunya Pak Habiburrahman untuk mencari jati dirinya.Langkah kaki Ruwayda harus sesuai kata hatinya.Pertama dia bertemu dengan Ibu Fatimah seorang janda penjual makanan,kemudian bertemu Ibu Fuadah sahabat Ibu Fatimah,dan bertemu dengan Pak Burhan seorang tunanetra yang amat sholeh.Setelah bertemu dengan Pak Burhan,Ruwayda segera melanjutkan perjalanan dan akan bertemu dengan Rodhatul Jannah seorang gadis yang tinggal di Seruni kota.Setelah Ruwayda mencari rumah Rodhatul Jannah di Serunu kota dan tidak ditemukan rumah Rodhatul,lantas Ruwayda pulang ke rumah sesuai kata hatinya.Tibanya dirumah dia dikagetkan dengan pertanyaan yang dilontarkan adiknya,Raihan.Raihan terus saja bertanya tentang agama.Setelah itu Ruwayda pergi kembali dan bertemu dengan istri Pak Habiburrahman.Beliau bercerita bahwa buku yang diberikan kepada Ruwayda adalah buku pemberian Rodhatul Jannah satu tahun yang lalu.Setelah itu Ruwayda pulang dan mendapati adiknya,Raihan sudah meninggalkan dunia ini.
Riwayat Kepengarangan
                  Taufiqurrahman Al-Azizy,lahir 9 Desember 1975.Beliau pernah nyanti di Pesantren Ilmu Al-Qur’an”Hidayatul Al-Qur’an”,Jawa Tengah.Namanya melejit setelah diluncurkannya trilogi novel spiritual”Makrifat Cinta”.Seperti novel sebelumnya,novel Munajat Cinta ini juga sangat kental dengan nilai agama.Dalam novel ini Taufiqurrahman Al-Azizy mengisahkan seorang gadis yang mencari jati dirinya.
III.             ULASAN
Kelebihan
1.      Banyak terdapat ayat Al-Qur’an
Contoh : Dia juga berfirman “Orang-orang yang mengerjakan kejahatan,kemudian bertaubat sesudah itu dan beriman;sesungguhnya Tuhan kamu sesudah taubat yang disertai dengan iman itu adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(QS.AL-A’RAAF 7:153)halaman 61

2.      Terdapat beberapa majas sehingga kata-katanya terlihat lebih indah
Contoh : Malam bermandikan bulan(termasuk majas personifikasi)
halaman 5
3.      Banyak terdapat nasihat
Contoh : Dikesempatan lain Pak Habiburrahman berkata,”Apa yang akan terbawa ketika kematian menghampiri?Tidak ada,Ayda.Yang ada hanyalah amal.Bukan tembakau.Bukan rumah.Bukan uang.Bukan materi.halaman 13
4.      Kertas tidak buram
5.      Terdapat beberapa kisah yang menarik
Contoh : Yang dimaksud adalah Umar bin Abi Waqash.Usianya sekitar 9 tahun.Dia berjihad adi medan Badar.Tadinya dia selalu berharap agar bisa ikut dalam perang ini.Dia pun berharap bisa syahid dalam peperangan ini.Allah menabulkan keinginannya .Ia syahid dalam perang tersebut.halaman 138

Kelemahan
1.    Kata yang sering diulang
     Contoh : Engkau telah menemukan dirimu,maka engkau akan mendapatkan kemuliaan dan kebahagiaan melebihi kemuliaan dan kebahagiaan.halaman 9
2.    Ada kata yang sulit dimengerti
    Contoh : Miskin papa.halaman 10
3.    Cover gambar yang membelakangi
4.    Alur awal yang kurang menarik
5.    Ada kata yang kurang baku
Contoh : Ak nggak pake hijab.halaman 305
IV.             AJAKAN/SARAN
Novel ini berceritakan tentang seorang gadis yang mencari jati dirinya,novel ini mengajarkan bagaimana cara menerima takdir,bagaimana kedudukan manusia di hadapa Tuhan.Oleh karena itu marilah kita para hamba Allah mengetahui kedudukan kita di mata Tuhan selagi kita muda.Dan ada baiknya kita mengambil sikap positif yang ditunjukan Ayda.
Demikian  Contoh resensi buku fiksi (munajat cinta) SEMOGA BERMANFAAT